PADANG – Sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sumatera Barat mengerahkan puluhan personel Search and Rescue (SAR) untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak.
Sebanyak 71 personel SAR Satbrimob Polda Sumbar diterjunkan ke sejumlah lokasi yang mengalami genangan cukup tinggi. Personel dibagi ke dalam lima tim yang disebar di empat titik terdampak guna memastikan proses penyelamatan dan evakuasi masyarakat dapat berjalan cepat, aman, dan efektif.
Komandan Satbrimob Polda Sumbar menegaskan bahwa pengerahan personel merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya pada saat terjadi bencana alam yang membutuhkan penanganan segera.
Adapun lokasi yang menjadi fokus pelaksanaan evakuasi meliputi:
Kampung Lapau Munggu Guo, Kecamatan Kuranji sebanyak 10 personel.
Air Pacah, Kota Padang sebanyak 28 personel yang dibagi menjadi dua tim.
Tunggul Hitam, Kota Padang sebanyak 18 personel.
Perumahan Villa Bukit Gading III, Sungai Sapih sebanyak 15 personel.
Seluruh personel yang bertugas dibekali dengan berbagai perlengkapan SAR yang memadai untuk menghadapi kondisi banjir, seperti perahu karet, pelampung, helm SAR, tali penyelamatan, alat komunikasi, hingga kendaraan operasional yang digunakan untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses.
Keberadaan peralatan tersebut sangat membantu mempercepat proses evakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, ibu hamil, dan masyarakat yang rumahnya terisolasi akibat tingginya debit air.
Di lapangan, personel Satbrimob tidak hanya melakukan penyelamatan dan pemindahan warga ke lokasi yang lebih aman, tetapi juga membantu mengamankan barang-barang penting milik masyarakat serta memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan pertolongan segera.
Selain itu, koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Basarnas, relawan, serta unsur terkait lainnya agar proses penanganan banjir dapat berlangsung secara terpadu dan efektif.
Hingga saat ini, personel Satbrimob Polda Sumbar masih tetap berada di lokasi untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi banjir sekaligus melanjutkan proses evakuasi apabila masih terdapat warga yang membutuhkan bantuan.
Langkah cepat yang dilakukan Satbrimob Polda Sumbar mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan rasa aman dan mempercepat proses penyelamatan di tengah situasi darurat. Kehadiran personel berseragam di lokasi bencana menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga memiliki peran penting dalam misi kemanusiaan.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta mengikuti arahan petugas, segera mengungsi apabila kondisi membahayakan, serta tidak memaksakan diri melintasi arus banjir demi keselamatan.
Satbrimob Polda Sumatera Barat memastikan akan terus bersiaga selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung. Seluruh personel disiapkan untuk merespons setiap laporan masyarakat secara cepat demi meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan warga.
Melalui kesiapsiagaan personel, dukungan peralatan SAR yang lengkap, serta sinergi bersama seluruh unsur penanggulangan bencana, Satbrimob Polda Sumbar berharap proses penanganan banjir di Kota Padang dapat berjalan optimal sehingga masyarakat yang terdampak segera mendapatkan bantuan dan dapat kembali beraktivitas dengan aman setelah kondisi berangsur normal.

0 Komentar